Dalam arahannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung mengatakan bahwa tahun ini, TP PKK Provinsi Lampung sebagai mitra Pemerintah, memprioritaskan 3 isu utama yaitu Pemberdayaan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak dan Pencegahan Stunting, sejalan dengan arahan Pemerintah Pusat dan agenda kerja Pemerintah Provinsi Lampung.
Terkait isu pemberdayaan perempuan, Riana Sari meyakini, Kabupaten Tanggamus selangkah lebih maju karena dipimpin oleh seorang Bupati perempuan. Riana Sari juga menjelaskan, isu pemberdayaan perempuan pada hakikatnya bukan untuk menjadikan seorang ibu sebagai pesaing bagi suaminya.
"Ibu-ibunya diharapkan bisa menjadi mitra dan pelengkap bagi bapak-bapaknya serta bisa menyiapkan anak-anaknya menjadi generasi berkualitas," kata Riana Sari.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung juga menjelaskan, permasalahan stunting atau kerdil menjadi sangat penting, karena stunting akan berakibat pada menurunnya kualitas sumber daya manusia.
"Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas," jelas Riana Sari.
Meskipun berdasarkan data Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) capaian Provinsi Lampung dalam penurunan stunting sudah cukup baik, dari 26,26% pada tahun 2019 menjadi 18,15% di tahun 2021 (dibawah nasional 24,4%). Tetapi Kabupaten Tanggamus masih menjadi Kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi sebesar 25,0% dan terdapat 5 kabupaten yang mengalami peningkatan yaitu Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Way Kanan, Pringsewu dan Lampung Timur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar